Cover
Cover
Pusako Ombilin Local Subject
Georeference [-0.68033504605772,100.77748596668]

Museum Goedang Ransoem

Perpustakaan

Bentuk Judul LainMuseum Gudang Ransum
Find or request this item
Museum Goedang Ransoem
Nomor Panggil: 708.12

Nomor Panggil 708.12
Sub-KoleksiReference Collection/Koleksi Referensi
ISBN/ISSN9786020738918
Tahun2021-08-08
RingkasanPada awal tahun 2000 Sawahlunto memiliki potensi untuk menjadi kota mati, kerusuhan berbagai elemen kota akhirnya dibahas dan dikonsultasikan untuk menemukan jalan keluar dari masalah yang terjadi bahkan jika tidak ada 2 3 harapan mata pencaharian di kota ini.
Dengan bekerja keras bersama dan memperhatikan potensi sejarah kejayaan penambangan batubara Ombilin Sawahlunto,maka lahirlah aspirasi kota untuk 20 tahun ke depan dengan menetapkan “Sawahlunto Tahun 2020 menjadi Kota Wisata Tambang yang Berbudaya” melalui Peraturan Daerah Kota Sawahlunto, Nomor 2 Tahun 2001 tentang visi dan misi Sawahlunto. Sekaligus memperkuat bukti sejarah dan narasi akan legitimasi dunia melalui UNESCO yang telah diterima Sawahlunto sebagai situs warisan budaya dunia pada sidang komite warisan dunia ke 43 tanggal 6 Juli 2019 di Baku Azerbaijan dengan nama Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto. Diharapkan dengan adanya buku ini akan menjadi bahan pengetahuan bagi masyarakat, peneliti, maupun pelajar yang ada di Indonesia maupun dunia internasional.
Deskripsi Fisik File berjenis PDF dengan 89 Halaman
Jenis Pembawaonline resource
BahasaBahasa Indonesia
Tempat Publikasi / Nama PenerbitDinas Kebudayaan Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto
DistributorDinas Kebudayaan Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto
Catatan

Museum Goedang Ransoem adalah salah satu museum di Indonesia yang terletak di Jalan Abdul Rahman Hakim,Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.Museum ini berada sekitar 94 kilometer atau dua jam perjalanan dengan kendaraan dari Kota Padang.

Museum Goedang Ransum menempati sebuah kompleks bangunan bekas dapur umum para pekerja tambang batu bara dan pasien Rumah Sakit Umum Daerah Sawahlunto yang ketika itu berjumlah ribuan. Gedung Museum Goedang Ransum sendiri dibangun pada 1918 sewaktu penjajahan Belanda.Dapur umum ini dilengkapi dua buah gudang besar dan untuk memasak 3.900 kilogram beras setiap hari bagi para pekerja tambang batu bara.Harga tiket masuk museum ini adalah Rp 4.000 untuk dewasa, dan Rp2.000 untuk anak-anak. Jam aktif kunjungan museum ini adalah: Selasa hingga Jumat 07.30–16.30 WIB; Sabtu dan Minggu 09.00–16.00 WIB.

Lokasi dan Akses ElektronikDinas Kebudayaan Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto