Download
William Hendrik de Greve fonds
Fonds / Archival Collection
Identifierde_Greve_fonds
Title NoteTitle based on provenance of fonds.
Extent & Medium11.7 cm of textual records
4 postcards
78 photographs : prints ; black and white, colour
7 coins
2 bank notes
2 thimbles : silver, glass
1 pane (20 postage stamps)
Date[1920?]–2019
Date NoteKisah hidup sang Abdi Kerajaan ini sangat muda, dia dilahirkan di Freneker Belanda pada tanggal 15 April 1840 dan meninggal di Batang Kuantan-Hindia Belanda pada tanggal 22 Oktober 1872. Usianya hanya 32 tahun, namun prestasi yang ditorehnya akan mengekalkan namanya.
Administrative/Biographical Historyde Greve, nama lengkapnya Willem Hendrik de Greve. Dia merupakan ahli geologi yang melaporkan kandungan batubara yang terdapat di Batang Ombilin-Sawahlunto. Berangkat dari penelitian De Greve inilah kemudian Pemerintah Kolonial memutuskan untuk melakukan eksploitasi batubara di daerah sumatera barat. Makam de Greve terletak di suatu areal yang bernama Pulau Godang yakni wilayah yang terletak di seberang batang Kuantan, apabila diperhatikan dari jauh tempat ini terlihat seperti semacam pulau di tengah sungai. Untuk menuju ke Pulau Godang kita harus melalui jembatan gantung yang terbentang di atas Batang Kuantan. Panjang jembatan ini kurang lebih 100 m dengan lebar satu meter. Sangat mengasyikkan karena yang berjalan di atas jembatan ini tidak hanya orang melainkan juga motor.
Scope & ContentWillem Hendrik de Greve lahir di Franeker, Belanda pada 15 April 1840. Ia lebih akrab dipanggil "De Greve", yang sebenarnya merupakan
nama keluarga dari ayahnya, Mr. F. Greve. Menginjak usia 19 pada tahun
1859, ia telah meraih
gelar insinyur pertambangan dari
Akademi Delft, setelah menempuh pendidikan sejak tahun
1855. Setelah itu, ia memutuskan untuk mencari pekerjaan di
Hindia Belanda. Pada
14 Desember 1861, ia ditunjuk oleh pemerintah Hindia Belanda untuk menangani berbagai penelitian tentang bahan tambang, sesuai dengan keputusan
Gubernur Jenderal Hindia Belanda saat itu,
Ludolph Anne Jan Wilt Sloet van de Beele. Tidak lama kemudian, pada
27 Desember 1861 ia menikah dengan
E.L.T. Baroness, yang merupakan putri dari pasangan
W.R. Baron Hoevelinggi dan
E.J.W. Shutter. Kemudian hari, dari pernikahannya De Greve dan istrinya E.L.T Baroness dikaruniai tiga orang anak.
Archival Historyenelitian De Greve pada tahun 1867 di pedalaman Minangkabau (dikenal sebagai Dataran Tinggi Padang oleh Belanda) telah membawa berbagai dampak, baik bagi pemerintah Hindia Belanda maupun bagi perkembangan ekonomi di Sumatera Barat waktu itu. Sarana dan prasarana seperti jalan, gedung, pelabuhan, dan lain-lain dibangun; jalur kereta api Padang–Sawahlunto mulai dibangun pada tahun 1887 dan selesai pada tahun 1894, kemudian dibangun juga pelabuhan di Padang dengan nama Emmahaven pada tahun 1888 sampai 1893 yang kini dikenal sebagai Pelabuhan Teluk Bayur. Sebagai penghormatan, pemerintah Hindia Belanda pada waktu itu menamakan suatu taman di Padang dengan nama "Taman De Greve", yang terletak di dekat Kantor Javasche Bank (Bank Indonesia lama). Di sekitarnya juga dibangun monumen bernama "Monumen De Greve", tetapi monumen tersebut tidak lagi dapat ditemukan akibat dari kebijakan pembangunan di Padang pada masa kemerdekaan. Selain itu, salah satu dermaga di tepian Batang Arau juga dinamakan "De Grevekade" (bermaksud Dermaga De Greve).
LanguageBahasa Batak, Bahasa Jawa, Bahasa Tangsi
NoteNot all items in this collection have been digitized or described. Some records were digitized and scans used as representative media representations of collection- and series-level descriptions. Consult the archivist for more information.
Rules or ConventionsISAD(G) informed by RAD.
Date of Description2019